Ringkasan

1. fib-International

fib (Federation Internationale du Beton / International Federation for Structural Concrete) dibentuk tahun 1998 dari penggabungan dua organisasi Comité euro-internationale du béton (CEB, 1953) dan Fédération internationale de la précontrainte (FIP, 1952). Sebagai organisasi internasional, saat ini fib beranggotakan 44 negara sebagai statutory members dengan perwakilan (delegasi) yang tercatat dari masing-masing organisasi di negara tersebut. Selalin itu fib juga beranggotakan individu-individu professional.

Dalam statutanya, fib mempunyai misi untuk membangun dan mengembangkan kajian dan praktek pada tingkat internasional yang mampu memajukan aspek teknik, ekonomi, estetika dan environmental performancestruktur beton. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa fib bertujuan untuk memajukan pengetahuan dan praktek rekayasa struktur beton.

Untuk mencapai misinya fib menjalankan:

  1. stimulasi riset dan sintesis temuan-temuan,
  2. transfer pengetahuan ke dalam perancangan dan praktrek konstruksi,
  3. diseminasi pengetahuan melalui publikasi, konferensi dan pertemuan ilmiah lain,
  4. produksi rekomendasi dan peraturan (codes), dan
  5. diseminasi informasi kepada anggotanya.

fib mempunyai tata kelola yang termuat dalam statutanya. Tata kelola tersebut terlihat pada gambar 1 terdiri dari [1] Dewan Perwakilan (General Assembly) yang berangotakan delegasi negara-negara statutory members. Dewan ini bertemu dalam kongres tahunan dan merupakan pengambil keputusan tertinggi. [2] Dewan Teknis (Technical Council), [3] Presidium yang merupakan badan executive yang mengambil keputusan harian fib, [4] Sekretariat Jenderal yang dipimpin oleh sekretaris jenderal yang bekerja untuk mengelola manajemen dan administrasi kantor fib di Lausanne, serta [5] komisi-komisi yang beranggotakan individu yang memiliki minat dan kepakaran yang selaras dengan lingkup kerja tiap komisi. Setiap komis teknik dapat mempunyai bebarapa gugus tugas (task group/ TG) yang terspesialisasi.

Hasil kerja komisi dan gugus tugas dipublikasikan dalam Bulletins fib yang terdiri dari (menurut tangkatnya): State-of-the-art reports, Technical reports, Guidelines, Manuals, Textbooks, Recommendations, dan Model Codes.

2. fib-Indonesia

Merasa selaras dengan misi fib untuk memajukan ilmu dan teknologi struktur beton, beberapa akademisi di Indonesia bergabung dengan fib sebagai anggota individu. Beberapa orang diantaranya kemudian merasa perlu untuk mempererat jejaring yang pertemuan awalnya (kick off meeting) dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2017 di Semarang. Disepakati dalam pertemuan tersebut untuk membentuk organisasi fib-Indonesia yang lebih terstruktur. Dengan pernyataan dukungan dari beberapa industri konstruksi beton di Indonesia

Dalam pertemuan ini, para anggota fib-Indonesia menerima penjelasan langsung dari Prof Petr Hajek, ketua COM 7 fib. Disepakati dalam pertemuan tersebut untuk membentuk organisasi fib-Indonesia yang lebih terstruktur dengan :

 

Ketua :
Wakil Ketua :
Sekretaris Umum :
Sekretaris I :
Bendahara Umum :
Bendahara I :
Ketua Pengawas :
Pengawas I :
Pengawas II :

Dengan pernyataan dukungan dari beberapa industri konstruksi beton di Indonesia. Organisasi fib Indonesia makin memantapkan diri dengan menyusun dasar legal organisasi yang diharapkan dapat berbentuk konsorsium. Maka rapat kedua diselenggarka rpada tanggal 31 Juli 2017 bertempat di ruang rapat prodi MTS Departemen Teknik Sipil FT UNDIP.

Lokasi pendirian yang berada di Semarang membuat anggota sepakat untuk mengajukan Laboratorium Bahan dan Struktur, Departemen Teknik Sipil FT UNDIP sebagai secretariat. Dengan demikian diharapkan fib Indonesia dapat melakukan misinya untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi struktru beton di Indonesia dan dunia dengan lebih baik lagi.  Kedepan fibIndonesia akan bekerjasama dengan beberapa institusi untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ilmiah dan pelatihan.